Penyuluh Agama Gedongtengen Sampaikan Kultum tentang Empat Tingkatan Rezeki di Kemenag Kota Yogyakarta
Yogyakarta – Penyuluh Agama Islam Kemantren Gedongtengen, Samsul Ma'arif, menyampaikan kultum bakda salat Ashar di Mushola Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta pada Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti oleh ASN di lingkungan Kementerian Agama Kota Yogyakarta ini menjadi sarana untuk memperkuat keimanan dan memberikan motivasi spiritual dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Samsul Ma'arif mengangkat tema "Empat Tingkatan Rezeki Menurut Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya'rawi." Beliau menjelaskan bahwa manusia sering kali memandang rezeki hanya sebatas harta, padahal hakikat rezeki jauh lebih luas.
Adapun empat tingkatan rezeki tersebut adalah: pertama, harta, yang merupakan tingkatan rezeki paling rendah karena hanya menjadi sarana kehidupan dunia. Kedua, kesehatan, yang merupakan rezeki paling tinggi karena dengannya seseorang dapat beribadah, bekerja, dan menjalankan berbagai aktivitas dengan baik. Ketiga, anak yang saleh serta ilmu yang bermanfaat, sebagai rezeki yang paling utama karena pahalanya terus mengalir bahkan setelah seseorang meninggal dunia. Keempat, ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebagai rezeki yang paling sempurna, sebab seluruh kenikmatan dunia tidak akan bernilai tanpa keridaan-Nya.
Melalui kultum tersebut, jamaah diajak untuk mengubah cara pandang terhadap rezeki. Tidak hanya berorientasi pada materi, tetapi juga senantiasa bersyukur atas kesehatan, berupaya melahirkan generasi saleh, menebarkan ilmu yang bermanfaat, serta menjadikan keridaan Allah sebagai tujuan utama dalam setiap amal dan pekerjaan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Samsul Ma'arif memohon agar seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama Kota Yogyakarta senantiasa diberikan rezeki yang halal, berkah, kesehatan, ilmu yang bermanfaat, keluarga yang saleh, serta dianugerahi rezeki yang paling sempurna, yaitu memperoleh ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala, sehingga seluruh amal kebajikan dan pengabdian yang dilakukan diterima dan diridai oleh-Nya.

0 comments:
Posting Komentar