Penyuluh KUA Gedongtengen Sampaikan Kajian Fase Manusia di Alam Barzah Melalui Siaran RRI Berbahasa Jawa
Yogyakarta – Komitmen dalam memberikan edukasi dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat terus ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Siti Chadamiyatul Jannah. Melalui siaran Radio Republik Indonesia (RRI) berbahasa Jawa, Kamis (4/6/2026), ia kembali menyapa pendengar dengan menyampaikan materi keislaman yang relevan dan dekat dengan kehidupan umat.
Pada kesempatan tersebut, tema yang diangkat adalah “Fase Manusia di Alam Barzah”, yakni fase kehidupan yang akan dialami setiap manusia setelah meninggal dunia hingga datangnya hari kebangkitan. Dengan menggunakan bahasa Jawa yang komunikatif dan mudah dipahami, Siti Chadamiyatul Jannah mengajak masyarakat untuk memahami hakikat kehidupan setelah kematian sebagai bagian dari keimanan kepada hari akhir.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa alam barzah merupakan alam penantian yang menjadi pembatas antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Pada fase tersebut, setiap manusia akan menghadapi konsekuensi dari amal perbuatan yang telah dilakukan selama hidup di dunia.
“Kesadaran tentang adanya alam barzah hendaknya menjadi pengingat bagi kita agar selalu mempersiapkan bekal terbaik berupa iman, takwa, dan amal kebajikan,” tuturnya dalam siaran tersebut.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta membangun hubungan sosial yang baik dengan sesama sebagai bagian dari bekal menghadapi kehidupan setelah kematian. Menurutnya, pemahaman mengenai alam barzah dapat menjadi motivasi bagi umat Islam untuk menjalani kehidupan dengan lebih bertanggung jawab dan penuh kesadaran spiritual.
Melalui program siaran radio berbahasa Jawa ini, KUA Gedongtengen terus berupaya menghadirkan dakwah yang membumi dan mudah diterima masyarakat. Penggunaan bahasa daerah dinilai efektif dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan sehingga dapat menjangkau berbagai kalangan, khususnya masyarakat yang lebih akrab dengan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas dan peran Penyuluh Agama Islam dalam memperkuat literasi keagamaan masyarakat melalui berbagai media komunikasi. Selain menjangkau audiens yang lebih luas, siaran radio juga menjadi sarana dakwah yang edukatif, inspiratif, dan relevan dengan kebutuhan umat.
Dengan adanya program tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami ajaran Islam secara komprehensif, meningkatkan kualitas keimanan, serta mempersiapkan diri dengan amal terbaik untuk menghadapi kehidupan di alam akhirat.[stchadam]

0 comments:
Posting Komentar