Penyuluh Agama Gedongtengen Hadiri Syawalan dan Halal Bihalal Pokjaluh DIY di Gunungkidul
Gunungkidul — Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Samsul Ma’arif, turut menghadiri kegiatan Syawalan dan Halal Bihalal Pengurus Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan di wilayah Gunungkidul pada Rabu, 15 April 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kementerian Agama DIY, H. Nurhuda, Ketua Tim Informasi dan Kepenyuluhan H. Nur Ahmad Ghozali, serta seluruh jajaran pengurus Pokjaluh DIY.
Acara yang berlangsung penuh keakraban ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah sekaligus meningkatkan sinergi antarpenyuluh agama di wilayah DIY. Selain sebagai ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, kegiatan ini juga diisi dengan rapat koordinasi (rakor) yang membahas sejumlah agenda strategis ke depan.
Dalam rakor tersebut, dibahas beberapa hal penting, di antaranya persiapan pelaksanaan bakti sosial Idul Adha yang direncanakan berlangsung di wilayah Kulon Progo. Selain itu, juga disampaikan kesiapan pelaksanaan uji kompetensi bagi penyuluh agama yang akan naik jenjang jabatan, sebagai bagian dari upaya peningkatan profesionalisme dan kualitas layanan penyuluhan.
Tidak kalah penting, forum juga menyoroti optimalisasi peran penyuluh agama di tempat-tempat ibadah agar semakin maksimal dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Informasi terkait pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat provinsi hingga MTQ nasional juga turut disampaikan sebagai bagian dari agenda pembinaan tilawah Al-Qur’an.
Samsul Ma’arif menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memperkuat koordinasi serta menyamakan persepsi dalam menjalankan tugas kepenyuluhan di lapangan. “Melalui forum ini, kami semakin siap dalam menyongsong program-program ke depan, khususnya dalam meningkatkan peran strategis penyuluh agama di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama di Daerah Istimewa Yogyakarta semakin solid, profesional, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan serta kebutuhan umat di era saat ini.

0 comments:
Posting Komentar