Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen Sampaikan Tausiah di Pengajian Ibu-ibu Masjid An Nur Jlagran

Posted by KUA Gedongtengen on Kamis, Februari 19, 2026 with No comments

Yogyakarta — Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Ariadi, memberikan tausiah dalam kegiatan pengajian rutin ibu-ibu yang diselenggarakan di Masjid An Nur Jlagran RW 03, Gedongtengen, pada Senin (16/02/2026).

Pengajian yang diikuti puluhan jamaah ibu-ibu tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan antusiasme. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan guna meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat.

Dalam tausiahnya, Ariadi mengangkat tema “Tiga Golongan Orang yang Rugi”, dengan mengajak jamaah untuk lebih bijak dalam memanfaatkan waktu, harta, serta kesempatan yang Allah berikan.

Ia menyampaikan bahwa golongan pertama adalah orang yang diberi umur panjang, namun tidak dimanfaatkan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Umur adalah amanah. Jika waktu yang panjang tidak digunakan untuk kebaikan, maka termasuk orang yang merugi,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Golongan kedua, lanjut Ariadi, adalah orang yang diberikan harta namun tidak digunakan untuk bersedekah dan membantu sesama. Padahal, harta merupakan titipan Allah yang harus dimanfaatkan di jalan kebaikan.

Sedangkan golongan ketiga adalah orang yang diberikan kesempatan bertemu bulan Ramadhan, namun tidak memanfaatkannya dengan maksimal untuk meningkatkan amal ibadah.

Dalam hal ini, Ariadi mengutip hadits Rasulullah SAW:

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
“Celakalah seseorang yang menjumpai bulan Ramadhan, namun berlalu sebelum ia mendapatkan ampunan.” (HR. Tirmidzi)

Melalui hadits tersebut, ia menekankan bahwa bulan Ramadhan merupakan kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan oleh setiap muslim.

Lebih lanjut, Ariadi mengajak jamaah untuk mulai mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, serta memperbanyak amal sholeh."

Jangan sampai kita termasuk golongan orang yang merugi, yaitu yang menyia-nyiakan kesempatan yang Allah berikan,” pesannya.

Kegiatan pengajian diakhiri dengan doa bersama, memohon agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, keberkahan, serta dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan dalam keadaan iman yang kuat.

Melalui kegiatan ini, KUA Gedongtengen terus berkomitmen memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat, khususnya kaum ibu sebagai madrasah pertama dalam keluarga, sehingga diharapkan mampu melahirkan generasi yang beriman dan berakhlak mulia.[ariadi]