Penyuluh Agama Gedongtengen Ikuti Pengukuhan dan Raker Pokjaluh Lintas Agama DIY, Perkuat Sinergi Kerukunan dan Cegah Radikalisme
Yogyakarta, Selasa (20/10/2026) — Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Samsul Ma’arif, mengikuti kegiatan pengukuhan dan rapat kerja (raker) pengurus Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Lintas Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diselenggarakan di Aula Utama Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY beserta jajaran, serta para pengurus Pokjaluh Lintas Agama dari berbagai unsur. Pengukuhan dan rapat kerja tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, membangun kolaborasi, serta menyusun langkah strategis penyuluh lintas agama dalam menjaga kerukunan umat beragama di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penyampaian materi oleh Ketua Satgas Wilayah DIY Densus 88, AKBP Johanes Budi Moses Harahap, S.I.K., mengenai bahaya dan upaya penanggulangan paham radikalisme di kalangan pelajar.
Dalam pemaparannya, materi tersebut menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikalisme di lingkungan pendidikan. Pelajar sebagai generasi penerus bangsa perlu mendapatkan pendampingan, edukasi, dan penguatan karakter agar mampu menyaring informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang mengarah pada kekerasan dan intoleransi.
Peran penyuluh agama dinilai penting dalam memberikan edukasi keagamaan yang moderat, menanamkan nilai-nilai toleransi, serta membangun pemahaman keagamaan yang damai dan menghargai perbedaan. Melalui pendekatan edukatif dan dialogis, penyuluh diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, harmonis, dan bebas dari pengaruh paham kekerasan.
Keikutsertaan Samsul Ma’arif dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan wawasan dan kompetensi penyuluh agama, khususnya dalam membangun komunikasi lintas agama dan memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat.
Melalui pengukuhan dan rapat kerja Pokjaluh Lintas Agama DIY, diharapkan terbangun program kerja yang konkret, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sinergi antara penyuluh agama, Kementerian Agama, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam merawat kerukunan, memperkuat persatuan, dan mencegah berkembangnya paham radikalisme, khususnya di kalangan generasi muda.
Kerukunan bukan sekadar menjaga perbedaan, melainkan membangun kebersamaan untuk merawat persatuan dan kedamaian bangsa.

0 comments:
Posting Komentar