Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen Jadi Juri MTQ Tingkat SD se-Kemantren Gedongtengen
Gedongtengen, 22 September 2026. Semangat membumikan Al-Qur’an di kalangan generasi muda kembali terlihat dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kemantren Gedongtengen, Selasa (22/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen turut berperan aktif sebagai dewan juri. Mereka adalah Ariadi, Eman Suherman, Asrofi, Alvista, Lathifah, dan Hafizhah Ridho Humanisa.
Keterlibatan para penyuluh sebagai juri merupakan bagian dari kontribusi KUA Gedongtengen dalam mendukung pembinaan keagamaan sejak usia dini. Para peserta dari berbagai SD di wilayah Kemantren Gedongtengen mengikuti perlombaan dengan penuh semangat dan antusias.
Sebagai juri, para penyuluh tidak hanya bertugas memberikan penilaian sesuai dengan ketentuan lomba, tetapi juga turut memberikan perhatian terhadap proses pembelajaran dan pengembangan potensi anak dalam bidang Al-Qur’an. Penilaian dilakukan secara objektif dengan memperhatikan kemampuan peserta sesuai cabang dan kriteria yang telah ditentukan.
Ariadi dan rekan-rekan penyuluh KUA Gedongtengen berharap kegiatan MTQ tingkat SD ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an.
“MTQ bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak semakin dekat dengan Al-Qur’an, senang membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” demikian semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen sebagai juri sekaligus menjadi wujud sinergi antara KUA, satuan pendidikan, dan masyarakat dalam membangun generasi Qur’ani. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak anak yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia.
MTQ tingkat SD se-Kemantren Gedongtengen diharapkan dapat menjadi agenda pembinaan yang berkelanjutan, sehingga semangat mencintai Al-Qur’an dapat terus tumbuh dan berkembang di kalangan generasi penerus.

0 comments:
Posting Komentar