Penyuluh Agama Gedongtengen Dampingi Kelompok Rentan melalui Majelis Taklim MT An-Nur

Posted by KUA Gedongtengen on Kamis, September 03, 2026 with No comments

Yogyakarta, Selasa (1/9/2026) — Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Asrofi, S.Ag., melaksanakan pendampingan keagamaan kepada sebagian kelompok rentan yang tergabung dalam Majelis Taklim (MT) An-Nur RW 06.


Kegiatan pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama dalam menghadirkan layanan bimbingan keagamaan yang inklusif, humanis, dan memberikan penguatan spiritual kepada masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dan pendampingan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Asrofi, S.Ag. menyampaikan materi dengan tema “Pentingnya Bersabar, Bersyukur, dan Menerima Ketetapan Allah untuk Menjadi Kekuatan dalam Menjalani Kehidupan.”

Disampaikan bahwa kehidupan manusia tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Ada kalanya seseorang menghadapi keterbatasan, ujian, maupun keadaan yang tidak mudah. Dalam kondisi tersebut, sikap sabar dan syukur menjadi bekal penting agar seseorang tetap memiliki keteguhan hati dan mampu menjalani kehidupan dengan penuh keimanan.

Sabar bukan berarti menyerah terhadap keadaan, melainkan kemampuan untuk tetap bertahan, mengendalikan diri, dan terus berusaha dalam kebaikan. Sementara itu, bersyukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga dengan menerima nikmat dan potensi yang telah Allah berikan, kemudian mengoptimalkannya untuk menjalani kehidupan, memberikan manfaat bagi sesama, serta meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.

“Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Apa yang Allah berikan kepada kita hendaknya diterima dengan penuh rasa syukur dan dimaksimalkan menjadi kekuatan untuk terus menjalani kehidupan dan beribadah kepada-Nya,” pesan Asrofi dalam pendampingan tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta MT An-Nur semakin memiliki keteguhan spiritual, rasa percaya diri, serta semangat untuk menjalani kehidupan dengan sabar, bersyukur, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pendampingan kelompok rentan juga diharapkan dapat terus dilakukan secara berkesinambungan sebagai wujud kehadiran Penyuluh Agama di tengah masyarakat dalam memberikan bimbingan, penguatan, dan motivasi keagamaan.