Mengulik Rasa 2 : Mendamba Sakinah
Oleh: Ariadi
Setiap pasangan pasti menginginkan keluarganya sakinah. Lalu mereka membayangkan rumah tangga yang tenang, tanpa pertengkaran, tanpa masalah. Banyak orang berdoa supaya rumah tangganya sakinah atau ketika kita njagong manten pasti mendoakan manten supaya sakinah. Padahal yang namanya sakinah bukan berarti rumah tangga tanpa ujian. Justru pasangan yang menginginkan sakinah harus siap dengan ujian.
Tidak ada rumah tangga di dunia ini yang benar-benar tanpa masalah. Yang ada hanyalah dua orang yang terus belajar bertumbuh bersama.
Sakinah justru lahir setelah dua orang belajar melewati masalah bersama. Ada salah paham lalu saling memperbaiki. Ada luka lalu belajar saling memaafkan.
Tak ada gading yang tak retak, tak ada mahluk yang sempurna. Istri bukan bidadari suami bukan malaikat. Istri punya banyak kekurangan begitu juga suami. Cinta sejati bukan tentang mencari kesempurnaan melainkan menerima kekurangan dengan ikhlas dan kasih sayang.
Sakinah bukan sekedar saling mencintai tetapi untuk saling menguatkan dalam ujian.
Sakinah menghadirkan bahagia diantara pasangan yang siap luka agar bisa saling belajar sabar dan saling memahami
Sakinah kadang diuji dengan lelah, ego dan keadaan agar cinta sejati bukan tentang mudahnya bersama tapi tentang bertahan meski banyak alasan untuk pergi.
Ketika tetap memilih satu sama lain dan di saat segalanya terasa berat itulah saat Allah kuatkan ikatan dengan sakinah.
Sakinah : dipersatukan karena Allah tidak akan mudah dipisahkan oleh dunia
Sakinah berujud ketika bisa mengalahkan amarah, ego, dah emosi yang menguasai hati.
Sakinah adalah saling menjaga bukan saling menyakiti dengan kata kata yang sulit dilupakan.
Sakinah saling memiliki untuk saling memahami saling memaafkan dan memperbaiki keadaan bersama. Karena sakinah bukan tentang siapa yang paling benar melainkan siapa yang lebih dulu merendahkan ego demi mempertahankan kebahagiaan bersama.
Sakinah mendatangkan keberkahan dalam rumah tangga. Bukan datang dari banyaknya harta, bukan pula dari megahnya rumah atau sempurnanya pasangan.
Rumah tangga yang penuh keberkahan bukan yang tidak pernah kekurangan tetapi yang tetap bersyukur di tengah kekurangan. Sedikit terasa cukup, masalah terasa ringan, dan hati selalu punya alasan untuk bertahan.

0 comments:
Posting Komentar