Kepala KUA Gedongtengen: Pernikahan Adalah Ibadah yang Mengantar Keluarga Meraih Jannah

Posted by KUA Gedongtengen on Selasa, September 22, 2026 with No comments

Yogyakarta, 20 September 2026 — Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan dalam ikatan rumah tangga, tetapi juga merupakan ibadah yang menjadi jalan bagi pasangan suami istri untuk bersama-sama membangun keluarga sakinah dan meraih keberkahan menuju Jannah Allah SWT.


Pesan tersebut disampaikan Kepala KUA Gedongtengen, Noerohini, saat memberikan nasihat kepada sepasang pengantin dalam acara pernikahan yang berlangsung di Pajeksan, Sosromenduran, Gedongtengen, Yogyakarta, Ahad (20/9/2026).

Dalam nasihatnya, Noerohini mengingatkan kedua mempelai bahwa kehidupan setelah akad nikah merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, keikhlasan, saling pengertian, serta komitmen untuk menjalankan kewajiban masing-masing.

“Pernikahan adalah ibadah. Karena itu, jangan hanya mengejar kebahagiaan di dunia, tetapi jadikan rumah tangga sebagai sarana untuk bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah dan meraih Jannah-Nya,” pesannya.

Menurutnya, keluarga yang kokoh tidak dibangun hanya dengan kecukupan materi, tetapi juga dengan komunikasi yang baik, saling menghormati, menjaga kepercayaan dan menghadirkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Noerohini juga mengajak pasangan pengantin untuk menjadikan rumah sebagai tempat tumbuhnya ketenteraman. Suami dan istri hendaknya mampu menjadi pasangan yang saling menguatkan ketika menghadapi persoalan, saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling mendoakan dalam setiap langkah kehidupan.

“Ketika ada perbedaan, jangan menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh. Jadikan sebagai kesempatan untuk belajar memahami pasangan. Suami dan istri harus berjalan bersama, karena tujuan akhirnya bukan hanya kebahagiaan rumah tangga, tetapi juga kehidupan yang diridai Allah,” lanjutnya.

Ia menambahkan, perjalanan rumah tangga tentu tidak selalu berjalan tanpa ujian. Ada masa bahagia, ada pula masa sulit. Namun, selama pasangan tetap berpegang pada ajaran agama, menjaga komitmen dan menghadirkan kasih sayang, berbagai persoalan dapat dihadapi bersama.

Nasihat tersebut menjadi pengingat bagi kedua mempelai bahwa akad nikah bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari perjuangan bersama membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Kepala KUA Gedongtengen berharap pasangan pengantin yang telah memasuki kehidupan baru tersebut senantiasa diberikan ketenteraman, keberkahan rezeki, keturunan yang saleh dan salehah, 9serta kemampuan untuk menjaga rumah tangga hingga akhir hayat.

“Semoga pernikahan ini menjadi awal perjalanan panjang yang penuh keberkahan. Semoga Allah menjadikan keluarga ini keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah dan mempertemukan kembali seluruh anggota keluarga dalam Jannah-Nya,” pungkas Noerohini.