Penghulu KUA Gedongtengen: Pernikahan adalah Ibadah Terpanjang dalam Kehidupan

Posted by KUA Gedongtengen on Jumat, Juli 24, 2026 with No comments

 Yogyakarta (KUA Gedongtengen) – Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Gedongtengen, H. Noerohini, S.Ag., M.H., menyampaikan khotbah nikah yang sarat makna pada prosesi akad nikah yang berlangsung di Balai Nikah KUA Gedongtengen, Senin (20/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan bahwa pernikahan merupakan ibadah terpanjang yang akan dijalani oleh suami dan istri sepanjang kehidupan.


Di hadapan kedua mempelai, keluarga, saksi, dan para tamu undangan, H. Noerohini menjelaskan bahwa akad nikah bukan sekadar menghalalkan hubungan antara laki-laki dan perempuan, melainkan sebuah mitsaqan ghalizha (perjanjian yang kokoh) yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab, keimanan, dan komitmen.

Dalam khotbahnya, beliau menyampaikan bahwa setiap ibadah memiliki waktu pelaksanaan tertentu, sedangkan pernikahan merupakan ibadah yang dijalani setiap hari sepanjang hayat.

“Jika salat memiliki waktu tertentu, puasa hanya berlangsung pada bulan Ramadan, dan ibadah haji dilaksanakan pada waktu tertentu, maka pernikahan adalah ibadah yang dijalani setiap hari sepanjang hayat. Oleh karena itu, suami dan istri hendaknya saling mencintai, menghormati, membantu, serta bersama-sama menjaga keutuhan rumah tangga agar senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT,” tutur H. Noerohini.

Beliau juga mengajak kedua mempelai untuk menjadikan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam membangun kehidupan rumah tangga. Menurutnya, komunikasi yang baik, sikap saling memahami, kesabaran, serta komitmen yang kuat merupakan kunci dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Prosesi akad nikah berlangsung dengan khidmat dan penuh haru. Setelah ijab kabul dinyatakan sah, kedua mempelai menerima doa dan ucapan selamat dari keluarga serta para tamu yang hadir sebagai ungkapan syukur atas terbentuknya keluarga baru.

Melalui pelayanan pencatatan nikah dan pembinaan keluarga, KUA Gedongtengen terus berkomitmen memberikan pelayanan keagamaan yang profesional, humanis, dan berdampak bagi masyarakat. Khotbah nikah menjadi salah satu media pembinaan untuk memperkuat pemahaman calon pengantin bahwa pernikahan bukan hanya sebuah peristiwa seremonial, melainkan perjalanan ibadah yang harus dipelihara dengan kasih sayang, tanggung jawab, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Diharapkan, pesan-pesan yang disampaikan dalam khotbah nikah tersebut dapat menjadi bekal bagi setiap pasangan pengantin dalam membangun keluarga yang harmonis, tangguh, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.