Penyuluh KUA Gedongtengen Tekankan Makna Yasinan sebagai Pembinaan Akhlak Jamaa
Yogyakarta (Gedongtengen) – Usai kegiatan rutin yasinan malam Jumat, jamaah Majelis Taklim RW 06 Pringgokusuman, Gedongtengen, mendapatkan pembinaan dari Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Asrofi, pada Jumat (24/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Asrofi mengingatkan bahwa kegiatan yasinan tidak hanya dipahami sebagai rutinitas keagamaan semata, tetapi juga sebagai sarana memperbaiki diri dan memperkuat kualitas kehidupan bermasyarakat.
“Tujuan utama kita membaca Yasin dan tahlil adalah mengirim doa untuk ahli kubur, namun yang lebih penting adalah mengambil hikmah bahwa kehidupan dunia ini sementara. Maka kita harus membekali diri dengan amal saleh,” tutur Asrofi di hadapan jamaah. Dalam pembinaannya, Asrofi menyampaikan tiga pesan moral utama kepada jamaah Majelis Taklim RW 06 Pringgokusuman, yaitu:
1. Menjaga silaturahmi dan kerukunan bertetangga
Ia menekankan agar yasinan menjadi sarana mempererat hubungan sosial. “Jangan sampai setelah yasinan masih ada yang tidak saling sapa dengan tetangga. Ukhuwah harus terus dirawat,” ujarnya.
2. Menghidupkan rumah dengan Al-Qur’an
Asrofi mengajak jamaah untuk tidak hanya membaca Yasin saat kegiatan bersama, tetapi juga membiasakan tilawah di rumah bersama keluarga. Menurutnya, rumah yang dihidupkan dengan Al-Qur’an akan penuh keberkahan.
3. Menanamkan akhlak kepada anak sejak dini
Di tengah tantangan era digital, ia mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi dan mendidik anak agar dekat dengan nilai-nilai agama. “Anak-anak kita adalah generasi masjid yang harus kita arahkan sejak dini,” tegasnya.
Ketua RW 06 Pringgokusuman menyampaikan apresiasi atas pembinaan yang diberikan. Menurutnya, pesan yang disampaikan sangat relevan dan memberikan penguatan bahwa kegiatan yasinan harus berdampak pada perilaku sosial masyarakat. “Pesan Pak Asrofi mengingatkan kami bahwa yasinan bukan sekadar kumpul, tetapi harus membawa perubahan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan warga, keberkahan lingkungan, serta doa bagi para leluhur yang telah meninggal dunia.[rafi]

0 comments:
Posting Komentar