Kepala KUA Gedongtengen Dorong FKUB Jadi Garda Terdepan Kerukunan Umat
Yogyakarta (KUA Gedongtengen) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kemantren Gedongtengen menggelar Pengukuhan Pengurus FKUB Masa Bakti 2026–2031 pada Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimtren Gedongtengen, tokoh agama, pengurus FKUB, serta Kepala KUA Gedongtengen, Noerohini.
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Mantri Pamong Praja Gedongtengen. Dalam sambutannya, ia berharap FKUB dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama di wilayah Gedongtengen yang dikenal memiliki keberagaman masyarakat.
Usai pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan bagi seluruh pengurus FKUB yang disampaikan oleh Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Muhammad Tahrir. Dalam paparannya, ia menjelaskan peran strategis FKUB sebagai wadah dialog dan komunikasi antarumat beragama, hubungan kerja dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan, serta pentingnya membangun sinergi untuk mewujudkan kerukunan yang berkelanjutan.
Muhammad Tahrir menegaskan bahwa FKUB memiliki posisi penting dalam menjaga harmoni sosial, mencegah potensi konflik berbasis keagamaan, dan memperkuat implementasi moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Karena itu, para pengurus diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik serta aktif membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat.
Kepala KUA Gedongtengen, Noerohini, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan FKUB yang baru. Menurutnya, FKUB merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama serta memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat.
“FKUB memiliki peran yang sangat penting dalam membangun komunikasi dan kebersamaan antarumat beragama. Sinergi yang baik antara FKUB, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga kerukunan di wilayah Gedongtengen,” ujarnya.
Melalui pengukuhan dan pembekalan ini, diharapkan Pengurus FKUB Gedongtengen Masa Bakti 2026–2031 mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal, sehingga kehidupan masyarakat yang rukun, damai, harmonis, dan saling menghormati antarumat beragama dapat terus terjaga dan semakin kuat di Kemantren Gedongtengen. (NH)

0 comments:
Posting Komentar