KUA Gedongtengen Perkuat Peran Rois dan Roisyah Melalui Pembinaan Berkelanjutan

Posted by KUA Gedongtengen on Senin, Mei 25, 2026 with No comments

 Gedongtengen — Kantor Urusan Agama (KUA) Gedongtengen terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di masyarakat melalui pembinaan kepada kaum Rois dan Roisyah se-Kemantren Gedongtengen. Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan pada Jumat (24/5/2026) dan dipimpin langsung oleh Kepala KUA Gedongtengen, Noerohini, S.Ag., M.H.

Dalam sambutannya, Noerohini menegaskan bahwa kaum Rois dan Roisyah memiliki posisi strategis sebagai mitra KUA dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Mereka berperan menjaga dan melestarikan tradisi keagamaan yang selaras dengan tuntunan syariat Islam sekaligus mampu menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan umat.

“Peran Rois dan Roisyah sangat penting dalam mendampingi masyarakat. Karena itu, diperlukan pembinaan yang berkelanjutan agar pelayanan keagamaan semakin tertata, profesional, dan memberikan kemaslahatan bagi umat,” ujarnya.

Pembinaan diawali dengan materi mengenai pendataan Rois dan Roisyah. Kegiatan ini bertujuan memperbarui data administrasi sekaligus memetakan keberadaan serta aktivitas para Rois dan Roisyah di wilayah Kemantren Gedongtengen. Data yang akurat diharapkan dapat mendukung efektivitas koordinasi dan program pembinaan yang akan datang.

Materi berikutnya membahas regenerasi Rois dan Roisyah. Dalam kesempatan tersebut, Noerohini mendorong pentingnya kaderisasi untuk menjamin keberlanjutan pelayanan keagamaan di masa depan. Generasi muda diharapkan mulai diperkenalkan dan dilibatkan dalam berbagai kegiatan keagamaan sehingga mampu meneruskan peran para sesepuh yang selama ini menjadi penggerak pelayanan umat di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, pada sesi ketiga, peserta mendapatkan pembinaan mengenai pemahaman pangrukti serta pembacaan doa yang seragam sesuai tuntunan syariat Islam. Materi ini menekankan pentingnya kesamaan tata cara dan bacaan doa dalam berbagai kegiatan keagamaan agar masyarakat memperoleh pelayanan yang baik dan tidak mengalami kebingungan akibat perbedaan praktik yang tidak berdasar.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, interaktif, dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti pembinaan serta menyampaikan berbagai masukan dan pengalaman yang mereka temui saat menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, KUA Gedongtengen berharap sinergi antara KUA dengan kaum Rois dan Roisyah semakin kuat sehingga pelayanan keagamaan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal, tertib, dan sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam. Para peserta juga berharap pembinaan serupa dapat dilaksanakan secara rutin sebagai sarana peningkatan kompetensi dan penguatan peran mereka dalam melayani umat. (Kontributor Gedongtengen)