Perkuat Sinergi Lintas Sektor, KUA Gedongtengen Dukung Percepatan Penurunan Stunting
Yogyakarta — Upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Kemantren Gedongtengen terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan Mini Lokakarya Stunting yang diselenggarakan pada Kamis, 16 April 2026, bertempat di Pendopo Kemantren Gedongtengen.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk penyuluh agama KUA Gedongtengen, Hafizhah Ridha Humanisa Nasution, S.Sos., yang berperan aktif dalam pendampingan masyarakat, khususnya calon pengantin (caten). Hadir pula narasumber dari Puskesmas Gedongtengen yang memaparkan strategi pencegahan stunting berbasis kesehatan masyarakat.
Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa pihak kelurahan memiliki kewenangan untuk langsung memberikan rekomendasi kepada calon pengantin agar melakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesmas tanpa harus melalui KUA. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat deteksi dini faktor risiko stunting sejak pra-nikah.
Selain itu, Kapolsek Gedongtengen menyampaikan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan KUA, termasuk dalam memberikan edukasi kepada calon pengantin terkait potensi konflik dan kekerasan dalam rumah tangga. Edukasi ini dinilai penting sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Peran strategis KUA Gedongtengen juga semakin diperkuat melalui posisinya sebagai Wakil Ketua II dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kemantren Gedongtengen. Hal ini menegaskan komitmen KUA tidak hanya dalam pelayanan keagamaan, tetapi juga dalam mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan masyarakat.
Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian dalam lokakarya ini adalah optimalisasi penggunaan aplikasi ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) oleh calon pengantin. Melalui aplikasi tersebut, data kesehatan calon pengantin dapat terpantau secara sistematis sehingga intervensi dapat dilakukan secara lebih tepat dan efektif.
Dengan sinergi yang kuat antara KUA, puskesmas, kelurahan, serta unsur Forkopimtren, diharapkan upaya pencegahan stunting di wilayah Gedongtengen dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, guna mewujudkan generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas di masa depan.[sams]

0 comments:
Posting Komentar